GEMA KELIMUTU FRANDO CHOIR (Kelompok Paduan Suara SMA Katolik Frateran Ndao)

Kelompok paduan suara Gema Kelimutu Frando Choir merupakan salah satu ekstrakurikuler yang ada  di SMAK Frateran Ndao Ende. Kelompok paduan suara ini didampingi oleh Fr. M. Sarto, BHK., Bapak Honoratus Laga,S.Pd., sebagai codektur utama dan bantu Ibu Asilsa Tiwe Dewa, S.Pd., dan Ibu Ratih sebagai pelatih vocal. Tujuan diadakannya ekstrakurikuler ini adalah untuk mengembangkan bakat dan minat dari para siswa/i  SMAK Frateran Ndao di bidang tarik suara. Gema Kelimutu Frando Choir ini  sudah memasuki generasi III. Generasi I tahun 2016-2017 dengan 36 anggota dan sudah pernah mengikuti kompetisi paduan suara tingkat internasional di Bali International Choir Festival  pada tanggal 14-18 Juli 2017 yang diadakan di Gedung Sanur Plaza Hotel, Bali. Dalam penampilannya, GKFC Generasi I  meraih 3 silver atau perak pada 3 kategori yang mereka bawakan.  Ketiga  kategori yang dibawakaan oleh GKFC yaitu Folklore dengan lagu Toki Tifa Ars. Christian Isaktamala, Nada Dasar : Do=F, Lagu dari Provinsi Maluku dan Sik-sik Sibatu Manikam, Ars. Pontas Purba, Nada Dasar ,do=bes, lagu berasal dari daerah Toba Provinsi Sumatera Utara. Kategori Teenagers lagu   lagu When The Spirit Say Sing dan Ule lela nggewa, dan kategori Musica Cakra dengan lagu Komagnum My Sterium dan Ezekiel Saw The Wheel.

Generasi Gema Kelimutu Frando  Choir II adalah tahun 2017 hingga sekarang yang memiliki 40 anggota. Mereka juga sudah mengikuti kompetisi paduan suara tingkat internasional yang sama dengan GKFC generasi I yang diselenggarakan di Bali International Choir Festival pada tanggal 24-29 Juli 2018 di tempat yang sama yaitu Gedung Sanur Plaza Hotel, Bali. Mereka tampil dengan membawakan 2 kategori yaitu Teenagers dengan lagu Senja Di Pelabuhan Kecil dan Gloria 3 serta kategori Folklore dengan lagu Soleram dan Benggong ars.Ken Steven,Nada Dasar :Do=C Lagu berasal dari Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam kategori tersebut, mereka berhasil meraih 2 medali emas dan 1 medali perak. Menurut Pak Laga saat diwawancarai pada tanggal 28 Agustus 2018 di ruangannya mengungkapkan bahwa untuk latihan dari GKFC ini dilaksanakan dalam seminggu 4 kali setelah jam sekolah pukul 16.00 di sekolah. Beliau juga memberitahukan tentang seleksi anggota GKFC generasi III yang memiliki perbedaan dengan seleksi anggota GKFC generasi I dan II. “ Seleksinya cukup ketat dengan melakukan audisi para peserta satu-persatu dan harus memenuhi criteria suara yang telah ditentukan. Salah satunya adalah suara yang bagus. Hal ini didasarkan pada tuntutan yang semakin tinggi setiap tahunnya Karena daya saingnya yang semakin kuat. Selain itu juga harus memiliki suara yang benar-benar stabil serta tidak boleh serak. Karena, jika suaranya serak maka tidak akan diterima. Seleksi anggota GKFC generasi III ini sudah menghasilkan 40 anggota yang direncanakan akan mengikuti Choir Festival di Singapura pada tahun 2019 nanti. Kategori yang akan dibawakan nanti ada 2 yaitu kaegori Mix Voice bagian A2 dengan 3 lagu yang masih disiapkan dan kategori Folklore.

Lanjut  Laga bahwa anggota Gema Kelimutu Frando Choir dari generasi I adalah gabungan dari siswa/I kelas X dan XI. Jadi, para siswa/i anggota GKFC dari kelas XI memasuki kelas XII  mereka tidak akan mengikuti seleksi untuk masuk GKFC generasi II lagi karena  akan fokus pada bimbingan persiapan Ujian Nasional. Sedangkan untuk anggota GKFC yang masih kelas XI akan mengikuti seleksi GKFC generasi II bersama dengan para siswa/I dari kelas X. Hal yang sama juga dilakukan pada GKFC generasi III ini.

Salah satu anggota GKFC generasi Yoseph Martonsius Rati yang sering disapa Marton, siswa kelas XI program Bahasa Budaya saat diwawancarai di kelasnya mengungkapkan perasaannya, “Saya merasa sangat bangga dengan menjadi anggota GKFC ini, karena selain dapat mengembangkan bakat saya di bidang tarik suara, saya dan teman-teman saya yang menjadi anggota GKFC generasi II dapat menyumbangkan 2 medali emas dan 1 medali perak bagi SMAK Frateran Ndao di kompetisi paduan suara tingkat internasional di Bali International Choir Festival. Hal ini membuat nama sekolah kami semakin dikenal bukan hanya tingkat provinsi, tetapi juga di tingkat internasional. Selain itu dapat membanggakan kedua orangtua saya. Saya juga dapat menikmati penampilan-penampilan paduan suara dari berbagai negara yang memilki suara yang bagus dan konsep yang menarik. Saya senang karena saat masih berada di Bali, saya juga bisa mengunjungi tempat-tempat wisata di  Bali yang terkenal. Seperti, Tanah Lot, Pantai Kuta, dan Mall Lipo. Perasaan syukur akan selalu saya panjatkan pada Tuhan atas talenta yang sudah diberikan kepada saya yang pastinya akan selalu saya jaga ini”, katanya yang merupakan salah satu personil bass ini.

Sementara Fr. William Satel Sura, BHK, S.Pd, MM selaku Kepala Sekolah dari SMAK Frateran Ndao mengungkapkan perasaan bangga kepada seluruh anggota Gema Kelimutu Frando Choir generasi II ini karena berkat prestasi yang mereka raih, SMAK Frateran Ndao kini semakin dikenal luas dan membuat daya tarik bagi para siswa/i baru. Beliau juga sangat setuju dengan adanya kegiatan ini karena bakat dari para siswa/i di bidang tarik suara lebih terasah dan dapat dikembangkan secara penuh serta membuat para anggotanya menjadi lebih aktif lagi dalam kegiatan-kegiatan yang menyangkut dengan tarik suara. Ia juga berharap agar para anggota GKFC generasi II ini dapat memotivasi bagi para anggota GKFC generasi III yang masih duduk di kelas X agar kedepannya dapat membuat prestasi-prestasi yang dapat membanggakan.                     Fr. William juga mengungkapkan bahwa SMAK Frateran Ndao akan terus mencari bibit unggul yang nantinya akan membawa prestasi yang membanggakan tidak hanya untuk orangtua dan sekolah tetapi juga bagi nusa dan bangsa. Melalui GKFC dapat juga memperkenalkan budaya lokal kepada daerah lain, sehingga dapat mengundang banyaknya para wisatawan untuk kunjung ke daearah NTT pada umumnya dan Flores pada khususnya. Kita menunjukan kualitas kita kepada dunia internasional, bahwa kita bisa tandasnya.

Ende, Agustus 2018

Lusi Bata

Bahasa dan Budaya Angkatan 30

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *