SMAK Frateran Ndao Sukses Menjuarai Debat Bahasa Indonesia & Volley Putri Tingkat SMA/SMAK Se-Kabupaten Ende

Dalam menyongsong HUT SMK Negeri 2 Ende yang ke-40 tahun atau yang biasa disebut dengan panca windu, sekolah ini mengadakan banyak perlombaan untuk memeriahkannya. Lomba-lomba tersebut seperti vocal solo, pop singer, debat Bahasa Indonesia, futsal, voli putra-putri, dan masih banyak lagi. Banyak sekolah-sekolah yang mengikuti satu dua lomba tersebut, salah satunya adalah SMAK Frateran Ndao. Hal ini tentunya membawa semangat bagi peserta didik yang sudah terpilih untuk mewakili sekolahnya masing-masing. 

   SMAK Frateran Ndao, melibatkan siswa/siswinya untuk mengikuti lomba debat Bahasa Indonesia dan Volly putra-putri. Untuk lomba debat Bahasa Indonesia, waktu persiapan peserta didik dalam mengikutinya adalah kurang lebih 1 minggu. Dengan demikian, tidak membuat peserta didik patah semangat, melainkan mereka terus belajar dengan didampingi oleh pembimbing yang adalah guru Bahasa Indonesia dan kakak kelas XII yang sebelumnya sudah pernah mengikuti lomba tersebut. Sedangkan, untuk lomba Volly waktu persiapannya adalah 2 minggu. 

  Maria Elisabeth Parera (X MIPA-1),  salah satu peserta lomba debat Bahasa Indonesia yang ditemui di pelataran SMAK Frateran Ndao menyatakan,” saya sangat berterima kasih kepada lembaga pendidikan asuhan Frater BHK yang telah mempercayakan kami untuk lomba debat ini, padahal kami baru mengenyam pendidikan di lembaga ini kurang lebih satu bulan,” ujarnya. Hal yang sama juga dibenarkan oleh pendamping debat, Bapak Jevan Banggo yang menyatakan,” saya merasa bangga dengan penampilan anak-anak asuh walaupun mereka baru satu bulan mengenyam pendidikan di SMAK Frateran Ndao tetapi sudah memberikan prestasi yang membanggakan sekolah. Menurut saya kegiatan lomba debat ini dimaksudkan untuk melatih daya berpikir kritis, berbicara di depan umum, dan meningkatkan pola berbahasa yang baik dan benar. 

    Dengan berjalannya waktu lomba debat ini, peserta didik SMAK Frateran Ndao berhasil mengalahkan satu per satu peserta lomba dari sekolah lain hingga mencapai juara I. Prestasi ini sangat membanggakan. Perasaan Tiara Floresta T. Djuwa (X MIPA-1) pada saat tampil sebagai juara lomba debat menyatakan bahwa,” saya dan kedua teman saya merasa gugup karena lawan-lawannya cukup kuat. Hal ini dikarenakan perwakilan dari sekolah lain adalah kelas XII dimana tingkat kelasnya lebih tinggi dibandingkan dengan kami yang kelas X. Selain itu, waktu kami menyiapkan diri untuk lomba adalah satu minggu. Waktunya cukup singkat. Tapi kami berusaha melewatinya dengan mudah hingga bisa tampil sebagai juara dan bisa membanggakan sekolah. Tentu perasaan kami sangat senang. Dalam hal ini juga, saya berharap semoga event seperti ini banyak diadakan untuk melatih seluruh peserta didik agar berani tampil di depan umum dan meminimalisir sikap pesimis di dalam diri,” katanya. 

Bukan hanya debat saja, SMAK Frateran Ndao juga diberi apresiasi dalam lomba di bidang olahraga yaitu Volly putri. Volly putri tersebut mengikuti lima kali pertandingan di Lapangan Brimob. Setelah berhasil mengalahkan sekolah-sekolah lain, Volly putri SMAK Frateran Ndao meraih juara I pada saat melawan Santo Petrus dengan menang dalam tiga set berturut-turut. 

    Elsensia Putri Sendys (XI IPS-3), selaku kapten Volly putri yang diwawancarai di SMAK Frateran Ndao menyatakan,” saya sangat kaget dan tidak menyangka bahwa kami Volly putri SMAK Frateran Ndao keluar sebagai juara I dan itu tidak ada kepikiran sampai ke sini. Dan menurut saya, tidak biasanya permainan bola Volly Ndao masuk sampai ke babak final hingga menjadi pemenang. Tentunya selaku kapten, saya dan teman-teman saya merasa sangat senang dan dalam hal ini juga saya bisa memimpin tim volly putri untuk tampil bermain dengan sebaik-baiknya serta lebih bisa mengontrol emosi,” katanya. Juga ditemui staper volly putri SMAK Frateran Ndao yaitu Stephanya G. Meno (XII IPS-2), ia menyampaikan sangat senang dan bangga dengan teman-teman tim volly putri yang tetap semangat dalam mengikuti lomba tersebut biarpun capeh dan lelah tetapi terus berusaha hingga meraih juara I. Dia juga menyampaikan harapannya untuk sekolah dan seluruh peserta didik. Untuk sekolah, seharusnya lebih antusias dalam mencari bibit-bibit unggul dari diri peserta didik. Sedangkan untuk seluruh peserta didik, sebaiknya kembangkan bakat yang ada di dalam diri dan jangan takut untuk tampil di depan umum.

Grace Gawen XI-1

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *